Panic Attack Tak Dapat Diremehkan, Ada Cara Mengontrol Supaya Bung Tak Was-Was Setiap Keadaan

By | March 21, 2019

Serangan ini bukan sekedar kepanikan biasa bung, jika bung mengabaikan apa itu panic attack akan berakibat fatal menyerupai kehilangan kontrol atas diri atau mencicipi sensasi terlepas dari diri sendiri (derealization dan depersonalization).

Bahkan hal ini sanggup berkesinambungan yang mana penderita akan diteror perasaan khawatir terhadap serangan panik selanjutnya lho. Cathy Frank M.D administrator direktur Outpatient Behavioral Health Services di Henry Ford Hospital menjelaskan jika serangan panik terjadi secara impulsif dan bukan sebuah rekasi dari sebuah situasi di mana seseorang tertekan.

Bisa Terjadi kapan saja, untuk itu bung harus mempelajari hal-hal yang diharapkan untuk mengatasai panic attack. Nah, untuk itu ada tiga cara yakni mengenali, menghadapi dan mengelola.

Gejala Panic Attack Mirip Dengan Heart Attack

Serangan ini bukan sekedar kepanikan biasa bung Panic Attack Tak Bisa Diremehkan, Ada Cara Mengontrol Biar Bung Tak Was-Was Setiap Keadaan

Ini salah satu insiden yang sering dialami dengan berasumsi macam-macam dari penderita panic attack, yakni menyangka dirinya mengalami serangan jantung atau heart attack. Penting untuk mengetahui gejala, penyebab serta sensasi-sensasi lain yang terjadi ketika panic attack. Biasanya badan mengirimkan sinyal “bahaya” yang menciptakan penderita merasa ketakutan, sehingga secara otomatis badan kita merespon dengan beberapa senasi fisik maupun psikologis.

Mengurai Pikiran Negatif Demi Terhindar dari Hal-hal yang Tak Diingini

Serangan ini bukan sekedar kepanikan biasa bung Panic Attack Tak Bisa Diremehkan, Ada Cara Mengontrol Biar Bung Tak Was-Was Setiap Keadaan

Salah satu hal yang perlu bung ketahui ketika terjangkit panic attacki adalah terjangkit pikir-pikiran negatif yang menguasai penderita bung. Oleh alasannya itu bung perlu mengendalikan terutama pedoman negatif, banyak pedoman negatif yang menyerang menyerupai menciptakan bung pingsan. Kalau bung sanggup meyakinkan diri tidak pingsan niscaya bung akan baik-baik saja. Karena sebetulnya rasa pingsan itu hadir alasannya serangan panik yang mencakup diri penderita dan coba direspon oleh tubuh.

Mengatur Pernapasan Agar Kepanikan Praktis Dikendalikan

Serangan ini bukan sekedar kepanikan biasa bung Panic Attack Tak Bisa Diremehkan, Ada Cara Mengontrol Biar Bung Tak Was-Was Setiap Keadaan

Tak ayal ketika diserang dengan rasa panik pernapasan berubah menjadi lebih cepat dan terkesan terburu-buru, bahkan seseorang sanggup memasukkan oksigen dalam waktu yang singkat ke dalam badan yang biasa disebut dengan hyperventilation.

Akibatnya badan akan mencicipi sensasi fisik menyerupai sesak, pusing, rasa ingin pingsan, kehabisan nafas hingga rasa sakit di dada. Untuk mengatasi itu semua bung perlu mengatur nafas atau teknik bernapas secara perlahan. Slow breathing adalah nama teknik pernapasan secara perlahan tersebut yang dilakukan secara teratur lewat hidung.

Berjalan Kaki dan Nikmati Momen Berbicara Dengan Diri Sendiri

Serangan ini bukan sekedar kepanikan biasa bung Panic Attack Tak Bisa Diremehkan, Ada Cara Mengontrol Biar Bung Tak Was-Was Setiap Keadaan

Berjalan kaki dalam beberapa menit di pagi atau sore hari sanggup membantu bung untuk rileks, tak penting berapa jauh bung berjalan yang penting sempatkan waktu untuk diri kita menikmati momen perjalanan tersebut. Berjalan kaki sanggup meredakan stres dan ketegangan dalam diri, selain itu sempatkan pula untuk berbicara dengan diri sendiri bahwa panic attack bukanlah suatu hal yang berbahaya.

Melakukan Talk Therapy dengan Profesional

Serangan ini bukan sekedar kepanikan biasa bung Panic Attack Tak Bisa Diremehkan, Ada Cara Mengontrol Biar Bung Tak Was-Was Setiap Keadaan

70% dari 49 orang yang mengidap gangguan kecemasan dan panic attack menunjukkan penurunan tanda-tanda panik dan cemas sehabis tergabung dalam kelompok talk therapy. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan para profesional salah satunya dengan metode Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Dengan CBT para pengidap diajarkan perihal bagaimana mengelola kecemasan dan ketakutan melalui pengendalian pikiran, sikap dan bagaimana bereaksi terhadap suatu situasi yang sanggup memicu kepanikan.