Luis Milla Resmi Berpisah Dengan Indonesia Dan Kritikan Pedas Diarahkan Kepada Pssi Dan Kolega

By | July 4, 2019

Hari ini bukan hari yang gampang bagi saya, alasannya ialah tak lagi melanjutkan karier melatih di Indonesia. Proyek satu setengah tahun ini telah berakhir,” ucap Luis Milla.

Setelah satu setengah tahun bersama timnas Indonesia, pelatih sekaliber Luis Milla harus berpisah dengan Indonesia. Pelatih berpaspor Spanyol resmi tak menangani lagi Evan Dimas cs, ucapan perpisahan diunggah lewat akun Instagram pribadinya. Unggahan Milla terkait apa yang ia rasakan selama melatih Indonesia diluapkan di Instagram sehabis PSSI mengangkat pemain jebolan primavera Bima Sakti sebagai instruktur timnas Indonesia.

Adapun pengangkatan Bima Sakti dianggap sebagai pilihan yang sempurna untuk menggantikan Luis Milla. Sebelumnya, Luis Milla juga dipastikan tak lagi menangani timnas Indonesia alasannya ialah terkait kontrak yang memang habis selepas memimpin Indonesia di Asian Games 2018. Terkait apakah ia dilanjutkan atau diputus memang menjadi misteri ketika itu, dan banyak publik berharap untuk Milla tetap menjadi instruktur Indonesia. Tapi tanggapan itu sudah terlihat bahwa Luis Milla tak lagi berada di Indonesia. Tetapi tak hanya ucapan perpisahan saja yang disampaikan Luis Milla tetapi kekecewaan terhadap administrasi PSSI juga diungkapkan di unggahan.

Terlepas dari administrasi yang buruk, pelanggaran kontrak yang terus terjadi, dan ketidakprofesionalan para pemimpin selama 10 bulan terakhir, saya pergi dengan meninggalkan hasil pekerjaan yang bagus,” pungkas Milla masih di akun Instagramnya.

View this post on Instagram

Today is not an easy day for me, since I will not continue as a coach in Indonesia. A project of more than a year and a half has come to an end, where despite the poor management, constant breaking of the contract and low professionalism of the leaders, over the last ten months, I leave with the feeling of having done a good job. . Indonesia will always be my second homeland, as I appreciate how well the Town has treated my wife, my assistants and myself. I would like to thank all my Staff their support and all the hard and professional work done, especially to BIMA, BAYU, DOCTOR PAPI, SR. ENRI, SUDIR, ARMIN, ALI, MANU, IPANG and UCCI. It has been a pleasure working with all of you! . Finally, I don´t want to say goodbye without a special mention to the players, who have shown commitment, modesty and the will to improve with an excellent attitude at all times. . I will never forget You and you will always be in my heart. Remember you have a friend in Spain for whatever. THANKS Indonesia! ?? . . . Hoy es un día triste para mí, ya que no voy a continuar como Seleccionador de Indonesia. Termina un proyecto de más de un año y medio, donde a pesar de la mala gestión, incumplimiento constante del contrato y poca profesionalidad de los dirigentes en estos últimos diez meses, me quedo con la sensación de haber hecho un buen trabajo y sintiendo que Indonesia será mi segunda casa, por cómo nos ha tratado el pueblo de Indonesia tanto a mí, como a mi mujer y a mis ayudantes. . Quería agradecer a todo mi staff la ayuda, el trabajo bien hecho y profesional empezando por BIMA, BAYU, DOCTOR PAPI, SR. ENRI, SUDIR ARMIN, ALI, MANU, IPANG y UCCI. Ha sido un enorme placer haber trabajado con vosotros. . Por último, despedirme de los verdaderos protagonistas, los jugadores, que habéis demostrado en todo momento vuestro compromiso, humildad y ganas de mejorar, con una actitud ejemplar. Nunca os olvidaré y siempre estaréis en mi corazón. En España tenéis un amigo para lo que necesitéis. . GRACIAS DE CORAZÓN Indonesia! ?? . Sampai jumpa iagi. Terima Kasih atas pengabdian dan waktunya Selena ini.

A post shared by Luis Milla (@luismillacoach) on