Walau Diri Semakin Tua, Bukan Berarti Waktu Main Bung Kan Tiada

By | July 18, 2019

Bung niscaya sering dengar, kata main-main selalu diidentikan dengan orang-orang yang masih remaja. Seolah-olah, kita yang sudah beranjak berakal balig cukup akal atau tua. Tak lagi pantas untuk pergi jalan-jalan, menekuni hobby masa kecil, atau untuk sekedar ngobrol basa-basi dengan kawan.

Padahal nih bung, dari informasi yang dimuat di TimeofIndia, bertemu dan berkumpul dengan sobat di dunia konkret mempunyai banyak manfaat untuk kehidupan. Karena itu, pergi menonton atau sekedar bermain dengan sobat bergotong-royong jadi sebuah penguat emosional dalam jangka panjang pada setiap orang. Tak terkecuali, kita laki-laki  dewasa.

Menjadi bau tanah memang sebuah keharusan, tapi berakal balig cukup akal bukan berarti tak bisa bersenang-senang kan bung?

Usia Bertambah Tak Bisa Dihindari, Tapi Hobby di Masa Sekolah Menengan Atas Tetap Bisa Dinikmati

 kita yang sudah beranjak berakal balig cukup akal atau bau tanah Walau Diri Semakin Tua, Bukan Berarti Waktu Main Bung Kan Tiada

Seorang mitra yang sekarang berusia 30 tahun, selalu mengisi selesai pekan dengan main skateboard dengan teman-temanya yang memang kebanyakan berusia dibawah 20 tahun. Satu kali, dikala bertemu dengan mitra lain yang katanya sudah dewasa. Ia diolok, “Sudah tua, kok masih main kayak anak SMA”.

Bukannya marah, mitra yang tadi saya ceritakan justru tertawa. Sembari berucap bahwa ia main skateboard alasannya suka, dan tentu tak mau menyerupai mitra yang tadi mengoloknnya. Iya, tak senang kemudian mengurusi hobby kawannya, begitu katanya.

Begini bung, aneka macam macam istilah wacana “Jangan kaya anak SMA”, mungkin sering kita dengar. Dilontarkan untuk menanggapi apa yang kita lakukan, sampai jadi senjata yang mungkin meremehkan sebuah kesukaan. Tapi, daripada memikirkan kata orang. Kita tetap bisa menikmati hidup dengan hal-hal yang menjadi kesukaan. Termaksud hobby usang yang memang dicinta. Itu terperinci hak bung sendiri, tak perlu risau atas cibiran orang-orang yang tak bisa tetap menjalani hobinya ketika sudah dewasa.

Main Game Tak Berarti Bocah, Toh dari Game Juga Bisa Kaya

 kita yang sudah beranjak berakal balig cukup akal atau bau tanah Walau Diri Semakin Tua, Bukan Berarti Waktu Main Bung Kan Tiada

Nah, bung niscaya sering dengar kan? kalau berakal balig cukup akal katanya jangan main-main saja. Disebut sebagai sesuatu yang tak mempunyai kegunaan oleh mereka yang tak suka. Sampai katanya, cuma buang-buang waktu saja. Tak bisa disalahkan memang, jikalau acara “main game” merenggut waktu yang tadinya bisa kita manfaatkan dengan baik.

Mungkin benar, jikalau acara kita ini hanya jadi benalu yang menyusahkan. Namun disisi lain, kita pun tak boleh menutup mata. Bahwa ada hal baik yang bisa terjadi dari acara yang hanya sekedar bermain saja.

Yap, bung niscaya tahu kan. Diluar sana banyak tukang main game yang justru kaya raya hanya dengan duduk di depan layar komputer dan bermain sepuasnya. Jadi, kedewasaan tak ada hubungannya dengan acara yang dilakukan. Bung tetap bisa memainkan apa yang disukai. Tanpa takut dicap bocah, hanya alasannya sesuatu yang jadi opini sebagian orang saja.

Lagipula, Setiap Orang Punya Cara Beda untuk Mengartikan Dewasa Bung!

 kita yang sudah beranjak berakal balig cukup akal atau bau tanah Walau Diri Semakin Tua, Bukan Berarti Waktu Main Bung Kan Tiada

Konon, kedewasaan yang sesungguhnya ialah ketika kita bisa menghargai orang tak sekata. Merayakan perbedaan untuk oke dengan ketidaksetujuan. Maka jikalau ada mitra yang masih doyan main, macam bocah sekolahan. Tak perlu diprotes ya bung. Biarkan saja ia senang dengan cara dan pilihannya.

Toh, serupa dengan kita ia pun tentu punya hak untuk menentukan apa yang ia suka bung. Tak lagi suka nongkrong di cafe dengan kawan-kawan, tak berarti anda lebih dewasa. Dan mitra yang masih suka main kesana-kesini pun, tak bisa bung dibilang tak dewasa. Semua orang punya ukuran, cara yang berbeda untuk senang, maka tak ada yang berhak untuk menentukan bagaimana ukuran kedewasaan.

Pergi ke Tempat-tempat Baru, Buat Hidup Bung Makin Seru

 kita yang sudah beranjak berakal balig cukup akal atau bau tanah Walau Diri Semakin Tua, Bukan Berarti Waktu Main Bung Kan Tiada

Demi isi kepala yang tak semakin tegang, bergotong-royong bung masih tetap bisa bepergian menyerupai zaman Sekolah Menengan Atas atau kuliah dulu. Tinggal atur waktu, dan buat kesepakatan dengan kawan-kawan. Pun kalau bung ingin pergi sendiri, tentu tak apa. Hanya saja, bung perlu mempersiapkan segala kebutuhan. Dan transportasi untuk ke daerah tujuan jadi sesuatu yang paling penting untuk dipikirkan.

Nah, bicara soal transportasi atau kendaraan. Bung bisa menyebabkan Suzuki Adress Playful sebagai mitra bepergian. Bagaimana tidak, roda dua besutan perusahaan otomotif asal Jepang ini, punya solusi untuk menjawab kekhawatiran anda dalam hal menentukan kendaraan.

 kita yang sudah beranjak berakal balig cukup akal atau bau tanah Walau Diri Semakin Tua, Bukan Berarti Waktu Main Bung Kan Tiada

Hadir dengan mesin berteknologi SOHC dengan kapasitas diangka 113 cc. Mantapnya lagi nih bung, penampilanmu bisa kian menarik dengan varian warna yang bisa dipilih sesuai selera. Mulai dari Aura Yellow, Stronger Red, Fresh Green, Macho Bright Blue, Dark Grey, Brilliant White, Luminous Orange, Ice Silver, Majestic Gold sampai Hyper Pink.

Jangan puas dulu, alasannya selain yang tadi sudah dijelaskan. Suzuki Adress Playfull juga mengadopsi teknologi full injectionnya bisa menekan konsumsi materi bakar dengan perbandingan kompresi yang mencapai 9.4:1. Maka bepergian yang kata banyak orang hanya buang-buang waktu dan uang, bisa disangkal bung. Karena nyatanya, ada Suzuki Adress Playfull yang bisa menekan pengeluaran selama jalan-jalan.

Waktu Main Tetap Bisa Jalan, Asal Kamu Tahu Aturan

Katanya nih, semakin berakal balig cukup akal kita semakin sedikit pula waktu untuk menyenangkan diri. Momen kumpul dan gila-gilaan bersama teman, mulai jadi sesuatu yang terlupakan. Diganti dengan hal lain yang katanya lebih serius, demi hidup masa depan. Belajar hal-hal lain yang belum diketahui, mengadopsi hidup sehat dan tak lagi makan junk food, atau mulai gabung komunitas-komunitas yang lebih serius macam grup-grup belajar tanam saham.

 kita yang sudah beranjak berakal balig cukup akal atau bau tanah Walau Diri Semakin Tua, Bukan Berarti Waktu Main Bung Kan Tiada

Tak apa sih bung, kalau memang anda mau jalani hidup dengan hal-hal yang serius. Tapi untuk bung, para tim santai tapi pasti. Jangan pernah merasa rendah diri bung, alasannya meski sudah sedewasa ini masih suka nongkrong dengan mitra terkasih. Liburan ramai-ramai demi menguatkan kekerabatan dengan kawan, sampai menyayangi semua hobi tanpa batasan umur yang kian bertambah.

Dengan catatan, bung bisa membedakan. Mana hal yang harus diutamakan dengan jam main yang memang bisa dikesampingkan. Ini hanya kasus kemampuan mengatur waktu dan menyelaraskan harapan bung. Bukan wacana sudah tua dan masih bocah. Wajar atau tidaknya, tetap kita yang tentukan, jangan peduli kata orang.