Ternyata, Baik Dapat Menciptakan Bung Bangkrut

By | August 29, 2019

Apabila dihadapkan kepada satu pilihan antara menjadi orang baik atau jahat? sanggup dipastikan bung niscaya menentukan menjadi orang baik. Tapi bagaimana jikalau menjadi orang baik itu sama dengan bung mempunyai problem keuangan bahkan hingga bangkrut. Tentu saja itu menjadi problem yang sulit untuk bung terima alasannya ialah uang menjadi sumber kehidupan di segala lini.

Para peneliti dari Columbia Business School dan University College London School of Management ternyata mengamini hal tersebut dengan menyatakan jikalau semakin baik seseorang makan semakin gampang terperangkap ke dalam kesulitan finansial.

Riset ini pun diperkuat dengan studi yang dipublikasikan American Psychological Association. Menemukan bahwa orang-orang baik yang tinggi tolerasi justru cenderung gampang gulung tikar loh bung. Tidak hingga di situ, apabila orang baik berbicara soal uang niscaya akan tertinggal. Selain itu masih banyak lagi alasan kenapa orang baik gampang mengalami gulung tikar hingga dompet mengkerut.

Uang Bukanlah yang Utama, Sehingga Keuangan Mereka pun Bisa Pergi Entah Ke Mana

Apabila dihadapkan kepada satu pilihan antara menjadi orang baik atau jahat Ternyata, Baik Bisa Membuat Bung Bangkrut

Uang bukanlah segalanya nampaknya menjadi sebuah pepatah yang diemban oleh orang baik. Hal ini senada dengan para periset yang menyatakan orang baik biasanya tidak menghargai uang mirip rekan mereka yang mempunyai perilaku kurang menyenangkan (dibaca : orang tidak baik).

Karena orang baik cenderung suka untuk banyak sekali dan menganggap jikalau uang bukan hal yang utama, imbasnya keuangan mereka pun sangat buruk. Dosen University College London School of Management, Joe Gladstone sebagai periset menambahkan bahwa orang baik tidak mempunyai kepedulian perihal uang, jadi mereka tidak mengenal kata ekonomis dan menabung. Makara masuk akal kan jikalau bangkrut?

Orang Baik Tak Kenal Negoisasi, Pendapatan Pun Tak Pernah Penuh dan Terisi

Apabila dihadapkan kepada satu pilihan antara menjadi orang baik atau jahat Ternyata, Baik Bisa Membuat Bung Bangkrut

Rasa memaklumi ternyata mempunyai koneksi dengan kondisi finansial yang negatif. Sandra Matz selaku Asisten Profesor di Columbia menyatakan demikian, bermula dari ketertarikan para peneliti untuk memahami apakah perilaku baik seseorang yang dalam studi kepribadian akademis digambarkan sebagai sosok yang gampang memaklumi, berafiliasi dengan kondisi finansial.

Sifat memaklumi dalam segala hal mirip berbelanja menjadi satu problem alasannya ialah selalu memaklumi sifat boros sebagai salah satu penghibur alasannya ialah lelah bekerja. Belanja diibaratkan sebagai proses balas dendamnya.  Peneliti juga menemukan fakta lain jikalau mempunyai kepribadian baik bertendensi tidak mempunyai kemampuan negoiasasi yang baik pula, sehingga mereka tidak paham betapa pentingnya uang bagi kehidupan.

Termasuk ke dalam negoisasi honor ketika bekerja berimbas dengan rendahnya pendapatan.

Tidak Tumbuhnya Rasa Peduli Terhadap Risiko Keuangan

Apabila dihadapkan kepada satu pilihan antara menjadi orang baik atau jahat Ternyata, Baik Bisa Membuat Bung Bangkrut

Meskipun Tuhan menyatakan jikalau rezeki susdah ada yang mengatur, bukan berarti bung sanggup berleha-leha dan tidak mempunyai rasa kepedulian terhadap risiko keuangan.  Makara tak heran jikalau orang baik ternyata berafiliasi bersahabat dengan masalah-masalah keuangan yang bersiko mirip tingginya utang, tingginya utang, bunga utang hingga simpanan uang yang rendah. Ini salah satu imbas ketika tidak mempunyai rasa peduli terhadap risiko keuangan.

Orang Jahat Bisa Lebih Kaya dari Orang Baik Karena Kepribadiannya

Apabila dihadapkan kepada satu pilihan antara menjadi orang baik atau jahat Ternyata, Baik Bisa Membuat Bung Bangkrut

“Orang-orang baik lebih kecil kemungkinannya untuk menilik laporan keuangan mereka dan mempertahankan anggaran yang bertanggung jawab. Sebaliknya, orang-orang yang dinilai “jahat”memiliki perilaku kompetitif dan lebih pelit sehingga hasil keuangannya lebih baik,” ungkap Jos Gladstone.

Dari pernyataan dosen University College London School of Management, kebaikan seseorang ternyata membuatnya tak mau menghitung laporan keuangan, mungkin alasannya ialah ia terlalu iklhas daengan apa yang dikeluarkan.

Lantas Apakah Kita Harus Berhenti Menjadi Orang Baik?

Apabila dihadapkan kepada satu pilihan antara menjadi orang baik atau jahat Ternyata, Baik Bisa Membuat Bung Bangkrut

Tentu tidak, namun para peneliti hanya menyarankan semoga lebih berhati-hati dalam memakai uang. Selain itu mereka berharap pekerjaan atau penelitian yang dilakukan mempunyai aplikasi simpel dengan meningkatkan kedaran perihal tanggung jawab keuangan untuk orang-oran baik yang mungkin saja rentan mempunyai problem terhadap keuangan

“Jika kita memahami siapa yang lebih mungkin menderita problem keuangan maka kita mungkin tahu siapa yang akan diberi bantuan,” kata Gladstone.

Gladstone pun berharap jadwal pemerintah, macam amal dan pendidikan bisa menjadi solusi untuk membantu mengatasi problem ini.