Sudah Terlalu Banyak Habiskan Waktu Di Belakang Gadget, Saatnya Bertualang

By | September 5, 2019

Generasi menunduk. Begitu Milenial sering diasosiasikan alasannya ialah seringnya menghabiskan waktu di gadgetnya masing-masing. Nyatanya memang orang berusia 18-25 tahun paling banyak menghabiskan waktu di gadget mereka masing-masing. Padahal kebiasaan ini menyimpan ancaman terselubung.

Sehari Menghabiskan 5 Jam Di Gadget Artinya 6 hari Penuh Dalam Sebulan

 Begitu Milenial sering diasosiasikan alasannya ialah seringnya menghabiskan waktu di gadgetnya mas Sudah Terlalu Banyak Habiskan Waktu Di Belakang Gadget, Saatnya Bertualang

Menurut sebuah penelitian dari Digital GFK Asia, wanita Indonesia setidaknya menghabiskan waktu selama 5,6 jam per hari ketika mengutak-atik layar smartphone mereka. Adapun laki-laki Indonesia, setidaknya menghabiskan waktu selama 5,4 jam sehari.

Secara rata-rata orang Indonesia menghabiskan waktu dengan smartphone-nya selama 5,5 jam sehari dan membuka 46 aplikasi dan alamat website. Coba kalikan jam rata-rata tersebut dengan jumlah 30 hari dalam sebulan. Maka akan di sanggup angka 150 jam. Ini berarti sama dengan 6 hari penuh dihabiskan hanya untuk melihat gadget.

Dengan Menggunakan Smartphone, Tubuhmu Memproduksi Dopamine, Dan Itu Serupa Obat Anti Depresi!

Dari sekian banyak fungsinya, zat Dopamine ini diproduksi untuk memperlihatkan “reward” (hadiah, imbalan) bagi badan alasannya ialah sudah melaksanakan hal baik. Tujuannya supaya kita mau melaksanakan hal baik itu lagi esok harinya. Contohnya ketika kita makan makanan yang sehat, berolah raga, tertawa, dan hal serupa lainnya yang baik bagi tubuh.

 Begitu Milenial sering diasosiasikan alasannya ialah seringnya menghabiskan waktu di gadgetnya mas Sudah Terlalu Banyak Habiskan Waktu Di Belakang Gadget, Saatnya Bertualang

Imbalan yang diberikan oleh Dopamine berupa perasaan senang dan bahagia. Karena itu Dopamine serupa dengan obat anti depresi yang sanggup menciptakan pikiran jadi bersemangat. Dengan efek yang menyerupai itu tidak heran bila kita menjadi candu dan mau melaksanakan hal-hal baik di atas bukan? Kita makan setiap hari dan merasa senang alasannya ialah kenyang tanpa harus disuruh.

Kecanduanmu Itu Bukan Karena Fisik Gadgetnya Tapi Aplikasi Di Dalamnya!

Inilah yang terjadi ketika kita menggunakan Smartphone, menyerupai disebutkan Psikolog David Greenfield, PhD, a West Hartford, dalam bukunya Virtual Addiction. Ketika menggunakan smartphone, otak akan membaca ciri-ciri fisik kita menyerupai denyut yang naik, konsentrasi meningkat sebagai hal baik. Hasilnya hal itu diterjemahkan manis bagi badan dan otak memberi imbalan berupa Dopamine. Hasilnya kita merasa senang, senang yang ujungnya menjadi ketergantungan terhadap rasa senang dari ponsel berakal tersebut.

 Begitu Milenial sering diasosiasikan alasannya ialah seringnya menghabiskan waktu di gadgetnya mas Sudah Terlalu Banyak Habiskan Waktu Di Belakang Gadget, Saatnya Bertualang

Masalahnya kemudian ketergantungan itu akan menggangu pada kehidupan kita yang lain. Hubungan sosial contohnya yang menjadi awut-awutan alasannya ialah kita melulu memperhatikan gadget dibanding orang sekeliling.

Belum lagi urusan kesehatan fisik. Maklum saja, Dopamine yang dikeluarkan otak sanggup dibilang diproduksi secara keliru dalam hal penggunaan gadget ini. Karena sejatinya fisik kita tidak benar-benar sedang melaksanakan aktivitas. Karena itu kita perlu mengatasi rasa candu “bahagia” ini. Caranya bagaimana?

Pergi Ke Tempat Baru Akan Memberimu Sensasi Lebih Dari Pakai Gadget

Tak ada yang salah dengan menggunakan gadget tapi menyerupai disebut di atas akan merugikan bila berlebihan. Nah, untuk memutus mata rantai itu kita perlu mencari hal lain yang juga sanggup memberi sensasi yang sama.

 Begitu Milenial sering diasosiasikan alasannya ialah seringnya menghabiskan waktu di gadgetnya mas Sudah Terlalu Banyak Habiskan Waktu Di Belakang Gadget, Saatnya Bertualang

Salah satunya ialah dengan pergi bertualang mengunjungi tempat-tempat yang baru. Fisik kita akan memproduksi dopamine serupa dengan yang diproduksi ketika kita menggunakan gadget tadi.

Coba Bikepacking, Agar Kamu Bisa Bersentuhan Langsung Dengan Alam

Pernah dengar istilah bikepacking? Sejatinya ungkapan ini terkenal di negara-negara barat yang artinya bepergian dengan anggaran seminim mungkin dan memanfaatkan sepeda. Hanya saja, kalau di Indonesia, tren yang berkembang ialah bepergian dengan sepeda motor. Karenanya, istilah ini kini lebih familiar untuk para traveler yang suka menggunakan sepeda motor untuk jalan-jalan.

 Begitu Milenial sering diasosiasikan alasannya ialah seringnya menghabiskan waktu di gadgetnya mas Sudah Terlalu Banyak Habiskan Waktu Di Belakang Gadget, Saatnya Bertualang

Kita perlu mencoba kegiatan yang satu ini, alasannya ialah selama perjalanan kau sanggup mencicipi pribadi bersentuhan dengan alam. Tak cuma jadi penikmat di balik layar sosial media, dengan bikepacking kita bahkan sanggup jadi pelakon sekaligus.

Tentunya Akan Lebih Menyenangkan Ditemani Kuda Besi Yang Mumpuni

Yang namanya jalan-jalan naik motor, tentu persiapannya harus lebih ekstra. Tak hanya menyiapkan perlengkapan yang harus dibawa, tapi kita juga harus memikirkan kuda besi supaya ketika diajak melaju, beliau akan tetap baik-baik saja sampai datang kembali di rumah.

Untuk itu kita perlu menentukan motor yang dirancang untuk kebutuhan ini. Salah satunya ialah All New X-Ride 125 yang mengekspresikan lifestyle belum dewasa muda yang menyukai adventure style dan urban style.

 Begitu Milenial sering diasosiasikan alasannya ialah seringnya menghabiskan waktu di gadgetnya mas Sudah Terlalu Banyak Habiskan Waktu Di Belakang Gadget, Saatnya Bertualang

Tampilan All New X-Ride 125 dilengkapi flat seat, naked handle kafe dan modern head light. Sementara itu Jok motor ini memperlihatkan kenyamanan, dan handle barnya meningkatkan rasa percaya diri pengendara. Bodi depan tunggangan ini didesain dengan LED headlight disempurnakan Day Running Light (DRL) yang lebih terperinci dan tahan lama. Tentunya kombinasi ini cocok untuk bertualang.

Apalagi All New X-Ride 125 ini sudah dilengkapi eco indicator sehingga konsumsi materi bakar sanggup dihemat selama perjalanan. Bicara soal hemat, motor ini, dilengkapi mesin blue core 125 cc yang lebih efisien dan hemat materi bakar sampai 50 persen. Tak cuma hemat mesin ini juga bertenaga sehingga cocok untuk diajak melalui jalanan yang penuh tantangan.

Selain itu juga terdapat fitur terbaru Answer Back System. Makara bila kau parkir di daerah baru, tak perlu khawatir kebingungan ketika mencari lagi motormu.

Ketangguhan All New X-Ride 125 sesuai dengan agresi petualang pemakainya karena didukung dengan ban lebar dan tubeless depan (80/80-14M/C 43P Tubeless) dan belakang (100/70-14M/C 51P Tubeless). Apalagi dibagian suspensi belakang dilengkapi sub-tank rear suspension membuatnya makin stabil dan nyaman.

 Begitu Milenial sering diasosiasikan alasannya ialah seringnya menghabiskan waktu di gadgetnya mas Sudah Terlalu Banyak Habiskan Waktu Di Belakang Gadget, Saatnya Bertualang

Praktisnya All New X-Ride 125 tampak dari bodi rampingnya dan ringan yang memudahkannya bermanuver di segala kondisi jalan. Luasnya kapasitas bagasinya memperlihatkan keleluasaan menaruh barang-barang bawaan ketika bepergian. Hazard lamp juga tersedia untuk memperlihatkan tanda kondisi darurat sangat membantu ketika terhadang problem dalam perjalanan.

Apalagi All New X-Ride 125 tampil dengan warna dan grafis gres yang stylish dengan perpaduan warna kontras. Dynamic Blue (biru putih) dan Freedom White (putih oranye) yang berkarakter adventure style serta Attractive Red (merah hitam) dan Exclusive Black (hitam abu-abu) yang urban style. Kamu sanggup lihat spesifikasi lengkap All New X-Ride 125 di halaman ini.

Kalau semua aspek semenarik ini tentunya kau tak ragu lagi untuk menanggalkan sejenak gadget dan pergi keluar berpetualang bukan.